Persuasif MAN Pangkep— Semangat membangun aparatur yang berkarakter dan mampu menjadi teladan dalam kehidupan beragama mengemuka dalam kegiatan “Pembinaan Karakter ASN BerAKHLAK melalui Penguatan Moderasi Beragama Lingkup MAN Pangkajene Kepulauan”, yang digelar di lingkungan MAN Pangkep, Senin, 10 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran ASN di lingkungan MAN Pangkep untuk memperkuat pemahaman tentang nilai-nilai BerAKHLAK, sekaligus meneguhkan sikap moderat dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat dan peserta didik.
Kegiatan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Ali Yafid, S.Ag., M.Pd., serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, Dr. H. Ramil Rasyid, S.Ag., M.Pd., M.Ed., bersama jajaran pimpinan dan ASN dalam lingkup MAN Pangkep.
ASN BerAKHLAK, Bukan Sekadar Slogan
Dalam penyampaiannya, Dr. H. Ali Yafid menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai BerAKHLAK sebagai budaya kerja ASN. Nilai tersebut tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi harus tercermin dalam sikap, pelayanan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta keteladanan dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, ASN Kementerian Agama memiliki tanggung jawab strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan keagamaan dan pendidikan masyarakat. Karena itu, penguatan moderasi beragama menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis, toleran, dan saling menghargai.

Sementara itu, Dr. H. Ramil Rasyid menyampaikan pentingnya penguatan karakter ASN agar mampu memberikan pelayanan yang profesional sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat dan peserta didik.
Moderasi beragama, menurut semangat kegiatan tersebut, bukan berarti mengurangi keyakinan dalam beragama, tetapi bagaimana setiap ASN mampu menjalankan ajaran agama dengan sikap yang adil, seimbang, toleran, menghargai perbedaan, serta menjaga persatuan.
Menjadi Teladan bagi Peserta Didik
Bagi MAN Pangkep, kegiatan ini memiliki makna lebih luas. ASN yang bekerja di madrasah bukan hanya menjalankan tugas administratif dan pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda.
Kepala MAN Pangkep Abdul Hafid berharap pembinaan tersebut dapat memperkuat komitmen seluruh ASN untuk menghadirkan budaya kerja yang profesional, berintegritas, humanis, dan berorientasi pada pelayanan.
“Kami berharap nilai-nilai BerAKHLAK dan moderasi beragama tidak berhenti pada kegiatan pembinaan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di madrasah. ASN harus mampu menjadi teladan bagi peserta didik, baik dalam kedisiplinan, pelayanan, maupun dalam menjaga kerukunan dan persatuan,” demikian harapan Kepala MAN Pangkep.

Ia juga berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat kebersamaan seluruh warga madrasah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, religius, dan inklusif.
Dari Ruang Pembinaan Menuju Keteladanan
Kegiatan pembinaan ini menjadi pengingat bahwa membangun madrasah tidak hanya berbicara tentang sarana dan prestasi akademik. Di balik pelayanan kepada siswa, terdapat keteladanan para guru dan tenaga kependidikan yang setiap hari menjadi bagian dari perjalanan pendidikan mereka.