“Berangkat Membawa Harapan: Kontingen MAN Pangkep Siap Tunjukkan Semangat di Kemah Madrasah Provinsi Sulsel 2026”

Pangkep, Persuasif Mapan — Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai pelepasan kontingen MAN Pangkep yang akan mengikuti Kemah Madrasah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026. Kegiatan pelepasan tersebut menjadi momentum penting bagi para peserta untuk membawa nama baik madrasah sekaligus menunjukkan karakter, kedisiplinan, dan semangat persaudaraan.

Pelepasan kontingen dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026, di lingkungan MAN Pangkep. Kegiatan ditandai dengan prosesi penyerahan dan pelepasan kontingen yang kemudian dilanjutkan dengan foto bersama para peserta dan pendamping.

Para peserta yang tergabung dalam kontingen tampak mengenakan seragam Pramuka dengan penuh kebanggaan. Senyum dan ekspresi antusias terlihat dari wajah para peserta. Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar perjalanan mengikuti sebuah perkemahan, tetapi juga menjadi pengalaman untuk belajar mandiri, bekerja sama, serta membangun kepercayaan diri.

Membawa Nama MAN Pangkep

Pelaksanaan Kemah Pramuka Madrasah Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 berlokasi di Bumi perkemahan H.M. Yasin Limpo Candika Kabupaten Gowa Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 2 hingga 5 September 2026 mendatang.

Keikutsertaan dalam Kemah Madrasah Provinsi Sulsel menjadi kesempatan bagi peserta MAN Pangkep untuk mengembangkan berbagai potensi, baik dalam keterampilan kepramukaan, kepemimpinan, kedisiplinan maupun kemampuan bersosialisasi.

Kepala MAN Pangkep, Abdul Hafid menyampaikan harapan agar seluruh anggota kontingen dapat mengikuti kegiatan dengan penuh tanggung jawab dan menjaga nama baik madrasah.

“Kami berharap anak-anak dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat, disiplin dan penuh tanggung jawab. Yang paling penting bukan hanya mengejar prestasi, tetapi juga membangun karakter, sportivitas, solidaritas dan persaudaraan.”

Ia juga berpesan agar para peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk belajar dan mendapatkan pengalaman berharga.

“Bawalah nama MAN Pangkep dengan kebanggaan. Tunjukkan bahwa siswa madrasah mampu berprestasi, mampu bekerja sama dan memiliki akhlak yang baik. Semoga seluruh kontingen diberikan kesehatan, kelancaran dan dapat kembali membawa pengalaman serta prestasi yang membanggakan.”

Lebih dari Sekadar Perkemahan

Bagi para peserta, keberangkatan menuju Kemah Madrasah bukan hanya tentang kegiatan di alam terbuka. Di balik seragam dan atribut yang dikenakan, tersimpan harapan, perjuangan dan kebanggaan untuk menjadi bagian dari MAN Pangkep.

Setiap peserta membawa cerita masing-masing. Ada yang mungkin baru pertama kali mengikuti kegiatan tingkat provinsi, ada pula yang telah memiliki pengalaman sebelumnya. Namun, semuanya dipersatukan oleh satu tujuan: memberikan yang terbaik untuk madrasah.

Momentum pelepasan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa prestasi tidak hanya diukur dari piala yang dibawa pulang, tetapi juga dari keberanian untuk mencoba, kemampuan bekerja sama, kedisiplinan, serta sikap yang ditunjukkan selama mengikuti kegiatan.

Dengan doa dan dukungan keluarga besar MAN Pangkep, kontingen diharapkan mampu menjalankan amanah dengan baik dan menjadikan Kemah Madrasah Provinsi Sulsel 2026 sebagai pengalaman yang membentuk pribadi tangguh, mandiri, berkarakter dan berakhlak mulia.

Dari Sorak Lomba, Tumbuh Cinta Indonesia: Semangat KBC di MAN Pangkep

Persuasif MAPAN— Sorak-sorai dan tepuk tangan terdengar meriah di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Rabu, 12 Agustus 2026. Bukan sekadar merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, para siswa juga diajak menumbuhkan rasa cinta, kebersamaan, dan kepedulian melalui semangat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Kegiatan bertajuk “Semarak HUT RI Ke-81 Lomba Antarkelas” yang digelar 12–13 Agustus 2026 tersebut diprakarsai oleh OSIM MAN Pangkep. Beragam lomba menjadi warna perayaan, mulai dari devile, fashion show, kebersihan dan kreasi kelas Merah Putih, permainan tradisional asing-asing, hingga jump suit.

Di balik riuhnya persaingan antarkelas, ada wajah lain yang terasa lebih kuat: persahabatan. Siswa yang sebelumnya sibuk dengan keseriusan perlombaan, kembali saling memberi semangat setelah pertandingan usai. Kemenangan menjadi kebanggaan, tetapi kebersamaan menjadi kenangan yang jauh lebih berharga.

Semangat Kompetisi, Bukan Sekadar Menang

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus belajar menghargai perbedaan. Setiap kelas berusaha tampil terbaik, namun tetap membawa semangat sportivitas dan persaudaraan.

Kepala MAN Pangkep Abdul Hafid dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Menurutnya, nilai-nilai kemerdekaan perlu dihidupkan dalam keseharian siswa melalui sikap saling menghargai, bekerja sama, dan mencintai tanah air.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin anak-anak tidak hanya belajar menjadi juara, tetapi juga belajar menghargai teman, menerima perbedaan, bekerja sama, dan menjaga persaudaraan. Inilah semangat Kurikulum Berbasis Cinta yang perlu kita tumbuhkan di madrasah,” ujar Kepala MAN Pangkep.

Ia berharap kegiatan semarak kemerdekaan dapat menjadi pengalaman bermakna bagi peserta didik.

“Saya berharap dari kegiatan sederhana seperti lomba antarkelas ini lahir generasi yang percaya diri, kreatif, berkarakter, mencintai Indonesia, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Semangat kemerdekaan harus tumbuh bersama cinta,” harapnya.

KBC Hadir dalam Keceriaan Siswa

Bagi peserta, kegiatan tersebut bukan hanya tentang membawa pulang piala. Proses mempersiapkan penampilan, menghias kelas, berlatih bersama, hingga memberi dukungan kepada teman menjadi pengalaman yang mempererat kebersamaan.

Salah seorang peserta mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami senang karena bisa berkumpul dan bekerja sama dengan teman-teman. Awalnya kami ingin menang, tetapi selama persiapan kami belajar bahwa kekompakan dan saling mendukung jauh lebih penting,” ungkapnya.

Peserta lainnya berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan bakat sekaligus membangun rasa percaya diri.

“Semoga kegiatan seperti ini terus ada. Kami bisa belajar sportivitas, mengenal permainan tradisional, dan semakin kompak dengan teman-teman dari kelas lain,” tuturnya.

Dari Kelas, Untuk Indonesia

Semangat KBC tampak dalam cara siswa memaknai perlombaan. Cinta kepada sesama diwujudkan melalui kerja sama, cinta kepada madrasah melalui kepedulian menjaga kebersihan kelas, sementara cinta kepada Indonesia hadir melalui penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan pelestarian permainan tradisional.

Sementara itu, Syaril ketua OSIM MAN Pangkep menyampaikan bahwa lomba antarkelas dirancang agar perayaan HUT RI berlangsung meriah sekaligus edukatif.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan kreativitas dan bakat. Yang paling penting adalah bagaimana seluruh peserta dapat menikmati kegiatan dengan sportif, saling menghargai, dan tetap menjaga persaudaraan,” ujarnya.

Dua hari perayaan itu akhirnya bukan hanya meninggalkan catatan tentang siapa yang menjadi juara. Ia meninggalkan sesuatu yang lebih sederhana, tetapi bermakna: tawa, kekompakan, keberanian tampil, dan rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia.

Sebab di MAN Pangkep, kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan mengangkat bendera. Ia dirayakan melalui hati yang belajar mencintai, tangan yang mau bekerja sama, dan generasi muda yang tumbuh dengan semangat menjaga persatuan.

Dari sorak lomba, tumbuh cinta Indonesia. Dari kebersamaan, tumbuh karakter. Dan dari madrasah, lahir generasi hebat yang membawa semangat Kurikulum Berbasis Cinta.(Iko)

Riuh, Kreatif, dan Penuh Semangat! Begini Cara Guru Dan Siswa MAN Pangkep Rayakan HUT RI ke-81

Persuasif MAPAN— Riuh sorak dan tepuk tangan mewarnai halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pangkajene Kepulauan. Semangat kemerdekaan terasa begitu hidup ketika siswa-siswi mengikuti berbagai lomba antar kelas dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Rabu–Kamis, 12–13 Agustus 2026.

Kegiatan yang digelar OSIM MAN Pangkep ini mengusung semangat “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Beragam lomba disiapkan untuk memberikan ruang bagi siswa mengekspresikan kreativitas sekaligus mempererat kebersamaan antarkelas.

Ada lomba devile, fashion show, kebersihan dan kreasi kelas Merah Putih, permainan tradisional asing-asing, serta jump suit. Masing-masing kelas tampil dengan gaya dan kreativitasnya sendiri. Ada yang tampil penuh percaya diri, ada yang mengandalkan kekompakan, dan ada pula yang membuat penampilan sederhana menjadi begitu menarik.

Bagi para siswa, kegiatan tersebut bukan sekadar tentang siapa yang menjadi juara. Di balik riuhnya perlombaan, tumbuh semangat bekerja sama dan rasa bangga menjadi bagian dari generasi penerus bangsa.

Kepala MAN Pangkep: Jadikan Kemerdekaan sebagai Inspirasi

Kepala MAN Pangkep Abdul Hafid menyampaikan apresiasi kepada OSIM dan panitia yang telah menggagas kegiatan tersebut. Menurutnya, perayaan HUT RI di lingkungan madrasah harus menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada peserta didik.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk mencari siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak belajar tentang kerja sama, kekompakan, sportivitas, kreativitas, dan menghargai perjuangan para pahlawan.”

Ia berharap semangat yang ditunjukkan siswa selama mengikuti lomba dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam belajar dan berkarya.

“Saya berharap semangat kemerdekaan ini terus tumbuh dalam diri siswa. Jadikan momentum ini sebagai motivasi untuk belajar lebih giat, berprestasi, menjaga persaudaraan, serta menjadi generasi yang berakhlak mulia dan mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan madrasah.”

Ketua Panitia: Bukan Sekadar Meriah, tetapi Penuh Makna

Syahril selaku  Ketua panitia kegiatan mengatakan, lomba antar kelas sengaja dikemas dengan beragam aktivitas agar seluruh siswa dapat berpartisipasi sesuai dengan kemampuan dan kreativitas masing-masing.

“Kami ingin perayaan HUT RI tahun ini tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga memberikan pengalaman yang berkesan bagi siswa. Mereka bisa belajar bekerja dalam tim, menghargai teman, berkompetisi secara sehat, dan berani menunjukkan kreativitas.”

Ia berharap seluruh peserta dapat menikmati kegiatan dengan penuh kegembiraan dan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

“Menang atau kalah adalah bagian dari perlombaan. Yang terpenting adalah kebersamaan dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan.”

Peserta: Menang Bukan Segalanya

Salah seorang peserta Aini mengaku antusias mengikuti lomba antar kelas. Persiapan bahkan dilakukan bersama teman-teman demi menampilkan yang terbaik.

“Kami sangat senang bisa ikut kegiatan ini. Awalnya kami ingin menjadi juara, tetapi selama persiapan justru kami semakin kompak dan saling membantu. Itu yang paling berkesan.”

Menurutnya, kegiatan tersebut membuat suasana madrasah menjadi lebih hidup.

“Kami bisa berkumpul bersama teman-teman, memberikan dukungan kepada kelas masing-masing, dan belajar untuk sportif. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan setiap tahun.”

Dari Lomba Tumbuh Persaudaraan

Di tengah persaingan antarkelas, terlihat wajah-wajah siswa yang penuh antusias. Mereka saling menyemangati, tertawa bersama, dan memberikan apresiasi kepada peserta lain.

Semangat Merah Putih seolah tidak hanya berkibar di setiap sudut madrasah, tetapi juga tumbuh dalam diri para siswa. Devile mengajarkan kekompakan, fashion show menumbuhkan keberanian dan kreativitas, lomba kebersihan membangun kepedulian terhadap lingkungan, permainan tradisional menghidupkan kembali budaya, sementara jump suit menguji semangat dan ketangkasan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi cara MAN Pangkep mengajarkan bahwa mengisi kemerdekaan tidak harus selalu melalui hal-hal besar. Belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga persaudaraan, berprestasi, peduli lingkungan, dan berani berkarya merupakan bagian dari perjuangan generasi muda.

Dengan semangat “Bersama Madrasah Kita Wujudkan Generasi Hebat, Bangsa Kuat”, perayaan HUT RI ke-81 di MAN Pangkep bukan sekadar menghadirkan kemeriahan, tetapi meninggalkan pesan penting: kemerdekaan akan semakin bermakna ketika diisi dengan kreativitas, kebersamaan, prestasi, dan akhlak mulia.

Dari halaman madrasah, semangat Merah Putih terus menyala. Dari tangan para siswa, masa depan Indonesia sedang dipersiapkan.(iko)

GEBER MAS di Tala, Siswa MAN Pangkep Tunjukkan Aksi Nyata Peduli Masjid

Persuasif MAN Pangkep — Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (GEBER MAS) Tingkat Kanwil Provinsi Sulawesi Selatan yang dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Masjid Nurul Jihad Tala, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep.

Aksi sosial dan keagamaan tersebut turut melibatkan perwakilan ekstrakurikuler siswa-siswi MAN Pangkep. Para pelajar hadir tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga mengambil bagian dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan masjid. Dengan penuh antusias, mereka bergotong royong membersihkan area masjid sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan tempat ibadah.

Dari Masjid, Pelajar Belajar tentang Kepedulian

Bagi siswa MAN Pangkep, GEBER MAS bukan sekadar kegiatan membersihkan masjid. Di balik sapu, kain pel, dan kerja bersama, terdapat pembelajaran tentang gotong royong, kepedulian, tanggung jawab, serta nilai keagamaan.

Kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk melihat secara langsung bahwa menjaga kebersihan masjid merupakan bagian dari kepedulian terhadap lingkungan sekaligus bentuk pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan GEBER MAS dihadiri oleh  Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan Dr. H. Ali Yafid, S.Ag., M.Pd, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, Dr. H. Ramil Rasyid, S.Ag., M.Pd., M.Ed.

Dalam sambutannya, para pejabat tersebut menekankan pentingnya menjadikan kebersihan sebagai budaya bersama, khususnya di lingkungan masjid. Gerakan seperti GEBER MAS diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dan generasi muda untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah.

Kepala MAN Pangkep: Membentuk Karakter melalui Aksi Nyata

Kepala MAN Pangkep Abdul Hafid turut memberikan apresiasi atas keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keikutsertaan peserta didik dalam GEBER MAS menjadi kesempatan untuk membangun karakter melalui pengalaman nyata.

“Kegiatan seperti ini sangat baik bagi peserta didik karena mereka tidak hanya belajar melalui teori di kelas, tetapi juga belajar tentang kepedulian, gotong royong, kedisiplinan, dan tanggung jawab melalui aksi nyata,” ungkap Kepala MAN Pangkep.

Ia berharap keterlibatan siswa MAN Pangkep dapat menjadi bagian dari pembentukan generasi muda madrasah yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.

Harapan Siswa: Semoga Tidak Berhenti di Sini

Salah seorang siswa MAN Pangkep Perdiansyah mengaku senang dapat terlibat langsung dalam GEBER MAS.

“Kami merasa senang bisa ikut membersihkan masjid bersama teman-teman. Dari kegiatan ini kami belajar bahwa menjaga kebersihan tempat ibadah adalah tanggung jawab bersama. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan kami sebagai siswa bisa terus dilibatkan,” harapnya.

Bagi para pelajar, pengalaman tersebut meninggalkan pesan sederhana namun bermakna: masjid yang bersih menghadirkan kenyamanan untuk beribadah, sementara kepedulian yang ditanamkan sejak muda dapat tumbuh menjadi kebiasaan baik sepanjang hayat.  

“BerAKHLAK, Bermoderasi, Mengabdi : MAN Pangkep Perkuat Karakter ASN”

Persuasif MAN Pangkep— Semangat membangun aparatur yang berkarakter dan mampu menjadi teladan dalam kehidupan beragama mengemuka dalam kegiatan “Pembinaan Karakter ASN BerAKHLAK melalui Penguatan Moderasi Beragama Lingkup MAN Pangkajene Kepulauan”, yang digelar di lingkungan MAN Pangkep, Senin, 10 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran ASN di lingkungan MAN Pangkep untuk memperkuat pemahaman tentang nilai-nilai BerAKHLAK, sekaligus meneguhkan sikap moderat dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat dan peserta didik.

Kegiatan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Ali Yafid, S.Ag., M.Pd., serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, Dr. H. Ramil Rasyid, S.Ag., M.Pd., M.Ed., bersama jajaran pimpinan dan ASN dalam lingkup MAN Pangkep.

ASN BerAKHLAK, Bukan Sekadar Slogan

Dalam penyampaiannya, Dr. H. Ali Yafid menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai BerAKHLAK sebagai budaya kerja ASN. Nilai tersebut tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi harus tercermin dalam sikap, pelayanan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta keteladanan dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, ASN Kementerian Agama memiliki tanggung jawab strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan keagamaan dan pendidikan masyarakat. Karena itu, penguatan moderasi beragama menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis, toleran, dan saling menghargai.

Sementara itu, Dr. H. Ramil Rasyid menyampaikan pentingnya penguatan karakter ASN agar mampu memberikan pelayanan yang profesional sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat dan peserta didik.

Moderasi beragama, menurut semangat kegiatan tersebut, bukan berarti mengurangi keyakinan dalam beragama, tetapi bagaimana setiap ASN mampu menjalankan ajaran agama dengan sikap yang adil, seimbang, toleran, menghargai perbedaan, serta menjaga persatuan.

Menjadi Teladan bagi Peserta Didik

Bagi MAN Pangkep, kegiatan ini memiliki makna lebih luas. ASN yang bekerja di madrasah bukan hanya menjalankan tugas administratif dan pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda.

Kepala MAN Pangkep Abdul Hafid berharap pembinaan tersebut dapat memperkuat komitmen seluruh ASN untuk menghadirkan budaya kerja yang profesional, berintegritas, humanis, dan berorientasi pada pelayanan.

“Kami berharap nilai-nilai BerAKHLAK dan moderasi beragama tidak berhenti pada kegiatan pembinaan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di madrasah. ASN harus mampu menjadi teladan bagi peserta didik, baik dalam kedisiplinan, pelayanan, maupun dalam menjaga kerukunan dan persatuan,” demikian harapan Kepala MAN Pangkep.

Ia juga berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat kebersamaan seluruh warga madrasah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, religius, dan inklusif.

Dari Ruang Pembinaan Menuju Keteladanan

Kegiatan pembinaan ini menjadi pengingat bahwa membangun madrasah tidak hanya berbicara tentang sarana dan prestasi akademik. Di balik pelayanan kepada siswa, terdapat keteladanan para guru dan tenaga kependidikan yang setiap hari menjadi bagian dari perjalanan pendidikan mereka.

Transformasi Digital Madrasah Dimulai : Kepala MAN Pangkep Ikuti Pembinaan Implementasi EMIS GTK Baru 2026

Persuasif MAPAN – 5 Agustus 2026 – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep menggelar kegiatan Pembinaan Kepala Madrasah dengan tema “Implementasi Aplikasi EMIS GTK Baru Tahun 2026” di Aula Natsir Katutu MAN Pangkep, Rabu (5/8). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman kepala madrasah terhadap penggunaan aplikasi EMIS GTK terbaru sebagai upaya mewujudkan tata kelola madrasah yang adaptif, transparan, dan modern.

Pembinaan menghadirkan Kabid Penmad Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Wahyuddin Hakim, M.Hum, sebagai narasumber utama. Kegiatan juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, Dr. H. Ramli Rasyid, S.Ag., M.Pd., M.Ed, beserta para kepala madrasah se-Kabupaten Pangkep.

Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya ketelitian dalam pengelolaan data guru dan tenaga kependidikan melalui EMIS GTK Baru 2026. Data yang akurat menjadi dasar dalam berbagai kebijakan dan layanan pendidikan madrasah, sehingga setiap satuan pendidikan diharapkan mampu melakukan pembaruan data secara tepat waktu dan sesuai kondisi riil.

Harapan Kepala MAN Pangkep

Kepala MAN Pangkep H. Abdul hafid menyambut baik kegiatan tersebut karena menjadi sarana meningkatkan kompetensi kepala madrasah dalam pengelolaan administrasi berbasis digital.

beliau berharap seluruh peserta dapat memahami implementasi EMIS GTK Baru secara menyeluruh sehingga pengelolaan data di madrasah menjadi semakin akurat, tertib, dan berkualitas.

“Kami berharap melalui pembinaan ini seluruh kepala madrasah mampu mengimplementasikan EMIS GTK Baru Tahun 2026 dengan baik. Data yang valid akan mendukung pelayanan pendidikan yang lebih profesional, transparan, dan menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat demi kemajuan madrasah,” ujarnya.

Menginspirasi Generasi Berkarya, Ketua TP PKK Pangkep Hadir di MAN Pangkep Lewat PKK Goes to School

Persuasif Mapan,– Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai Aula MAN Pangkep saat Tim Penggerak PKK Kabupaten Pangkep menggelar kegiatan PKK Goes to School dengan tema “Membaca Ilmunya, Mempraktikkan Keterampilannya, dan Menghasilkan Karyanya.” Selasa 4 Agustus 2026 Kegiatan ini menjadi ruang inspiratif bagi para siswa untuk mengembangkan budaya literasi sekaligus keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan.

Acara ini  dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Pangkep, Hj. Nurlita Wulan Purnama Yusran, didampingi Staf Ahli TP PKK Kabupaten Pangkep, Hj. Yuliana Rahman Assagaf, berserta rombongan yang disambut hangat oleh Kepala MAN Pangkep, dewan guru, dan ratusan peserta didik.

Dalam kegiatan PKK Goes to School yang berlangsung di MAN Pangkep juga di barengi dengan pemberian materi tentang pentingnya literasi, oleh ketua FLP Pangkep, penyuluhan kandungan gizi & manfaat konsumsi ikan bolu oleh nutrisionis puskemas ma”rang Andi Eni Triana, S. ST serta pelatihan keterampilan mencabut tulang ikan bolu oleh ketua POKJA III TP.PKK Kab.Pangkep Marwah Nompo, S. Pi, M.Si

Dalam sambutannya, Hj. Nurlita Wulan Purnama Yusran menekankan bahwa membaca merupakan langkah awal untuk membangun generasi yang unggul. Menurutnya, ilmu yang diperoleh dari membaca tidak boleh berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi harus dipraktikkan hingga mampu melahirkan karya yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.

“Anak-anak harus membiasakan diri membaca, karena dari membaca lahir wawasan. Wawasan yang dipadukan dengan keterampilan akan menghasilkan karya. Kami berharap para pelajar MAN Pangkep menjadi generasi yang cerdas, kreatif, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah dan bangsa,” ungkapnya.

Beliau juga mengajak seluruh siswa untuk terus memanfaatkan fasilitas sekolah, termasuk perpustakaan dan berbagai program literasi, sebagai tempat mengembangkan potensi dan kreativitas.

Sementara itu, Kepala MAN Pangkep menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Penggerak PKK Kabupaten Pangkep yang telah memberikan motivasi langsung kepada para peserta didik.

“Kegiatan ini menjadi suntikan semangat bagi siswa kami untuk semakin mencintai budaya membaca dan berani berkarya. Kami berharap sinergi antara MAN Pangkep dan TP PKK Kabupaten Pangkep dapat terus terjalin dalam menghadirkan program-program edukatif yang membentuk generasi berkarakter, berprestasi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” tuturnya.

Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, PKK Goes to School menghadirkan pesan sederhana namun bermakna: sebuah buku dapat membuka wawasan, keterampilan dapat mengubah masa depan, dan karya menjadi jejak terbaik yang ditinggalkan setiap anak bangsa. Dari ruang belajar di MAN Pangkep, harapan itu tumbuh—bahwa generasi muda Pangkep akan terus belajar, berkarya, dan menginspirasi.(iko)

Literasi untuk Masa Depan, Ibu Bupati Pangkep Apresiasi Inovasi Perpustakaan Digital Ibnu Sina MAN Pangkep

Persuasif MapanMarang, Rabu, 4 Agustus 2026 Perpustakaan Digital Ibnu Sina MAN Pangkep mendapat kunjungan istimewa dari Ibu Bupati Pangkep Hj. Nurlita Wulan Purnama, S.I.Kom, M.Si yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pangkep. Kunjungan tersebut berlangsung di lingkungan MAN Pangkep dengan penuh kehangatan dan disambut langsung oleh Kepala MAN Pangkep, para guru, tenaga kependidikan, serta pengelola perpustakaan.

Kunjungan ini menjadi momentum untuk melihat secara langsung pengembangan budaya literasi dan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung proses pembelajaran di MAN Pangkep. Selain meninjau berbagai fasilitas perpustakaan, Ketua TP PKK Kabupaten Pangkep juga berdialog dengan pihak madrasah mengenai upaya meningkatkan minat baca dan kualitas pendidikan di era digital.

Dalam suasana yang akrab, beliau mengapresiasi keberadaan Perpustakaan Digital Ibnu Sina sebagai salah satu inovasi yang mampu memberikan akses informasi dan pengetahuan yang lebih luas bagi peserta didik. Menurutnya, perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi pusat belajar, berkarya, dan membangun karakter generasi muda.

“Saya berharap Perpustakaan Digital Ibnu Sina MAN Pangkep terus berkembang menjadi pusat literasi yang mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan gemar membaca. Budaya literasi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari peserta didik agar mereka siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan budaya,” harap Ketua TP PKK Kabupaten Pangkep.

Sementara itu, Kepala MAN Pangkep Abdul Hafid menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan serta perhatian yang diberikan kepada MAN Pangkep. Menurutnya, kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Pangkep berserta rombongan menjadi motivasi besar bagi seluruh warga MAN Pangkep untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan, khususnya dalam penguatan budaya literasi.

“Kami merasa terhormat atas kunjungan Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Pangkep ke Perpustakaan Digital Ibnu Sina MAN Pangkep. Semoga perhatian dan dukungan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi dalam menghadirkan layanan perpustakaan yang modern, nyaman, dan mampu menumbuhkan budaya membaca serta semangat belajar peserta didik,” ungkap Kepala MAN Pangkep.

Kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antara pemerintah daerah dan dunia pendidikan dalam mewujudkan masyarakat yang semakin literat, berdaya saing, dan berakhlak mulia. Momen tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan lahir dari kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun budaya membaca dan belajar sepanjang hayat.(iko)

Literasi Untuk Masa Depan, Ibu Bupati Pangkep Apresiasi Inovasi Perpustakaan Digital Ibnu Sina MAN Pangkep

Persuasif MapanMarang, Rabu, 4 Agustus 2026 Perpustakaan Digital Ibnu Sina MAN Pangkep mendapat kunjungan istimewa dari Ibu Bupati Pangkep Hj. Nurlita Wulan Purnama, S.I.Kom, M.Si yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pangkep. Kunjungan tersebut berlangsung di lingkungan MAN Pangkep dengan penuh kehangatan dan disambut langsung oleh Kepala MAN Pangkep, para guru, tenaga kependidikan, serta pengelola perpustakaan.

Kunjungan ini menjadi momentum untuk melihat secara langsung pengembangan budaya literasi dan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung proses pembelajaran di MAN Pangkep. Selain meninjau berbagai fasilitas perpustakaan, Ketua TP PKK Kabupaten Pangkep juga berdialog dengan pihak madrasah mengenai upaya meningkatkan minat baca dan kualitas pendidikan di era digital.

Dalam suasana yang akrab, beliau mengapresiasi keberadaan Perpustakaan Digital Ibnu Sina sebagai salah satu inovasi yang mampu memberikan akses informasi dan pengetahuan yang lebih luas bagi peserta didik. Menurutnya, perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi pusat belajar, berkarya, dan membangun karakter generasi muda.

“Saya berharap Perpustakaan Digital Ibnu Sina MAN Pangkep terus berkembang menjadi pusat literasi yang mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan gemar membaca. Budaya literasi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari peserta didik agar mereka siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan budaya,” harap Ketua TP PKK Kabupaten Pangkep.

Sementara itu, Kepala MAN Pangkep Abdul Hafid menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan serta perhatian yang diberikan kepada MAN Pangkep. Menurutnya, kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Pangkep berserta rombongan menjadi motivasi besar bagi seluruh warga MAN Pangkep untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan, khususnya dalam penguatan budaya literasi.

“Kami merasa terhormat atas kunjungan Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Pangkep ke Perpustakaan Digital Ibnu Sina MAN Pangkep. Semoga perhatian dan dukungan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi dalam menghadirkan layanan perpustakaan yang modern, nyaman, dan mampu menumbuhkan budaya membaca serta semangat belajar peserta didik,” ungkap Kepala MAN Pangkep.

Kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antara pemerintah daerah dan dunia pendidikan dalam mewujudkan masyarakat yang semakin literat, berdaya saing, dan berakhlak mulia. Momen tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan lahir dari kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun budaya membaca dan belajar sepanjang hayat.(iko)

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Hi, how can I help?